Ketika kita berusia 3 – 10 tahun, banyak sekali
permainan-permainan menyenangkan yang bisa dimainkan bersama teman, tetangga
atau saudara. Permainan itu meningkatkan kemampuan kita dalam bersosialisasi
dan kepedulian terhadap sesama. Apa sajakah itu?
Bekel
Salah satu permainan terpopuler ketika kita
masih duduk di kelas 3 SD adalah bekel. Dalam permainan ini, diperlukan
keterampilan dalam melempar dan menangkap bola, serta meraih biji bekel dalam
selang waktu yang singkat. Bekel biasanya dimainkan oleh 2 – 5 orang. Jumlah
biji bekel yang digunakan pun beragam, sesuai tingkat kemampuan kita. Bagi yang
sudah mahir, bisa menggunakan sepuluh biji bekel, bahkan dua puluh. Sedangkan
bagi pemula, cukup menggunakan lima biji.
Dakon
![]() |
Kel – kelan
Saya tidak tahu apa nama lain dari
permainan ini, tapi permainan ini tidak ada bedanya dengan penilaian cabang
olahraga lompat tinggi. Dua orang yang kalah akan menggunakan tangannya sebagai
penghalang yang harus dilompat oleh pemain lain. Apabila bagian tubuh atau baju
kita bersentuhkan dengan tangan penghalang, maka kita dinyatakan terbakar dan
kalah, sehingga harus menjadi pengganti penghalang yang sebelumnya. Tapi,
berhati-hatilah ketika memainkan permainan ini, karena bila terlalu bersemangat
lompat, kita bisa terjatuh.
Dur salindur
“Dur
salindur, mantra mantri mangan bubur, lek gak entek digawa mabur”.
Permainan ini cukup menyenangkan. Apabila kita tidak beruntung, kita bisa
tertangkap dan harus memilih antara dua buah benda yang disepakati oleh kedua
pemain yang menjadi “terowongan”. Kemudian, kita akan menjadi pengikut dua
pemain yang menjadi “terowongan” itu dan saling mengejar. Biasanya, permainan
ini divariasikan dengan “dolip”.
Petak umpet
Permainan yang satu ini adalah permainan yang
paling dikenal. Tidak hanya di Indonesia, di negara-negara lain seperti di
Jepang atau di Amerika pun juga memainkan permainan ini. Dalam bahasa Inggris, permainan ini disebut hide and seek (sembunyi dan mencari).
Satu pemain yang kalah harus menghitung sambil menutup mata, sementara pemain
lainnya bersembunyi. Setelah itu, pemain yang kalah harus menemukan
pemain-pemain yang bersembunyi itu. Permainan ini sering muncul dalam film-film
populer, seperti The Chronicles of Narnia, ketika Lucy menemukan lemari. Kadang,
petak umpet sering dijadikan permainan mistis dalam cerita-cerita horor, dan
beberapa di antaranya diangkat ke layar lebar, seperti The Conjuring.



0 komentar:
Posting Komentar